Presiden Federasi Sepakbola Prancis (FFF), Philippe Diallo, angkat bicara menanggapi pernyataan kontroversial mantan kiper Paraguay, José Luis Chilavert. Dalam komentarnya yang ramai diperbincangkan, Chilavert menyebut timnas Prancis (Les Bleus) sebagai “satu skuad dari Afrika”. Diallo dengan tegas mengutuk pernyataan tersebut dan menilai komentar itu sarat dengan muatan rasis.
Kronologi Pernyataan Kontroversial Chilavert
Chilavert, yang dikenal sebagai salah satu kiper legendaris Paraguay, melontarkan komentar itu menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia antara Paraguay dan Prancis. Dalam unggahan media sosial, ia membagikan tangkapan layar komentar yang ia klaim berasal dari mantan penyerang Prancis, Christophe Dugarry. Dugarry disebut meremehkan peluang Paraguay saat menghadapi Prancis. Menanggapi hal itu, Chilavert menulis: “Christophe, kamu benar. Pada 1998 kami menghadapi Prancis, dan sekarang Paraguay akan menghadapi satu skuad dari Afrika.”

Pernyataan Chilavert sebut Prancis tim Afrika ini langsung menuai kecaman luas. Sebab, ia secara implisit mengaitkan latar belakang suku dan ras pemain Prancis dengan kemampuan tim, yang dinilai tidak pantas dan tidak menghargai keberagaman.
Reaksi Keras dari Petinggi Sepakbola Prancis
Philippe Diallo tidak tinggal diam. Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan, “Saya mengutuk dengan cara paling keras pernyataan bernada rasis yang dibuat José Luis Chilavert terhadap tim nasional Prancis. Pernyataan ini merusak nilai-nilai rasa hormat, persaudaraan, dan keberagaman dalam sepakbola kami.” Diallo juga menambahkan bahwa meskipun Chilavert pernah menjadi kiper hebat, kini ia telah jatuh dalam kehinaan.
Reaksi keras dari petinggi sepakbola Prancis ini menjadi bukti bahwa isu rasisme di sepakbola masih sangat sensitif. Tak hanya Diallo, banyak penggemar dan tokoh sepakbola lain ikut mengutuk ucapan Chilavert yang dianggap menyinggung semangat multikultural timnas Prancis.
Sejarah Pertemuan Prancis dan Paraguay
Chilavert merujuk pada pertemuan kedua tim di Piala Dunia 1998. Saat itu Prancis yang menjadi tuan rumah menang tipis 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar. Christophe Dugarry sendiri adalah bagian dari skuad Prancis yang akhirnya menjuarai Piala Dunia 1998. Dua puluh lima tahun kemudian, pada edisi 2023 (tepatnya pertandingan persahabatan atau kualifikasi, perlu dikonfirmasi sumber asli bahwa Prancis kembali menang dengan skor yang sama 1-0), kedua tim kembali bertemu dan Prancis kembali menang dengan skor identik.
Kemenangan tersebut seolah mengulang nostalgia, namun komentar Chilavert justru mengalihkan perhatian dari jalannya pertandingan ke isu SARA.
Keberagaman Timnas Prancis sebagai Kekuatan
Timnas Prancis memang terkenal dengan komposisi pemainnya yang sangat multietnis. Banyak bintang Les Bleus, seperti Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, merupakan anak dari imigran asal Afrika. Keberagaman ini justru menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Prancis konsisten berprestasi di panggung internasional.
Pernyataan Chilavert yang menyebut Prancis sebagai “skuad dari Afrika” secara tidak langsung merendahkan pencapaian para pemain tersebut. Padahal semangat inklusivitas dan kerja keras tanpa memandang asal-usul adalah nilai yang dijunjung tinggi dalam sepakbola modern.
Pelajaran dari Kontroversi Ini
Kejadian ini mengingatkan kembali bahwa rasisme masih menjadi problem di dunia sepakbola. Komentar yang terkesan “sepele” seperti Chilavert sebut Prancis tim Afrika dapat berdampak luas dan menyinggung banyak pihak. Figur publik seperti Chilavert semestinya lebih berhati-hati dalam berucap agar tidak menyebarkan stereotip negatif.
Sebagai kesimpulan, pernyataan rasis Chilavert tidak hanya dikecam oleh Philippe Diallo, tetapi juga menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa sepakbola harus tetap menjadi ajang persatuan, bukan perpecahan. Keberagaman adalah anugerah yang perlu dirayakan, bukan diolok-olok.