Thomas Tuchel memastikan dirinya tidak akan meninggalkan kursi pelatih Timnas Inggris meskipun harus menelan kekalahan pahit di semifinal Piala Dunia 2026. Pelatih asal Jerman itu menegaskan komitmennya untuk tetap menukangi The Three Lions hingga turnamen Euro 2028 yang akan digelar di kandang sendiri.

Kekalahan Pahit di Semifinal Piala Dunia
Inggris harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia pertama sejak 1966 setelah dikalahkan Argentina 2-1 di Atlanta, Amerika Serikat. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon, anak asuh Tuchel justru kehilangan kendali permainan dan kebobolan dua gol dalam rentang tujuh menit.
Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi pahlawan Argentina dengan gol-gol krusial yang memupus harapan Inggris. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi skuad yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Pernyataan Tuchel: Kontrak Sampai Euro 2028 Jalan Terus
Tuchel, yang resmi menangani Inggris pada Januari 2025, telah memperpanjang kontrak awalnya hingga Euro 2028 awal tahun ini. Ketika ditanya secara langsung apakah ia akan bertahan setelah Piala Dunia, Tuchel menjawab dengan tegas.
“Kami akan terus berjalan dengan kontrak hingga Euro di kandang sendiri. Saya sudah menantikannya, meskipun saat ini sulit untuk melihat terlalu jauh ke depan,” ujar Tuchel seperti dikutip Sky Sports.
Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa Tuchel akan mundur setelah gagal membawa Inggris juara dunia. Komitmen Tuchel untuk tetap bersama Inggris hingga Euro 2028 menjadi angin segar bagi para pendukung yang khawatir dengan masa depan tim.
Persiapan Perebutan Tempat Ketiga
Inggris masih harus menjalani satu laga tersisa di Piala Dunia 2026, yaitu perebutan tempat ketiga melawan Prancis di Miami pada Sabtu. Tuchel mengakui pertandingan ini bukan yang diinginkan siapa pun, namun ia menekankan pentingnya bangkit setelah kekalahan.
“Tidak ada pemain yang ingin main di laga ini. Semua ingin main di final. Kami sudah memberikan segalanya untuk ke final. Tapi ini yang terjadi,” kata Tuchel. “Yang harus kami lakukan adalah bangkit dan bereaksi. Itulah yang harus dilakukan di level tertinggi olahraga.”
Reaksi Harry Kane: Kegagalan Mempertahankan Keunggulan
Kapten Inggris Harry Kane mengaku kecewa berat dan menyebut timnya lengah setelah unggul 1-0. Menurutnya, Inggris justru mencoba bertahan alih-alih terus menekan Argentina.
“Begitu kami unggul 1-0, kami seolah hanya ingin mempertahankan keunggulan. Di level ini, itu tidak cukup,” sesal Kane. “Kami bekerja keras untuk sampai ke sini. Para pemain sudah memberikan segalanya. Gagal seperti ini sungguh menyakitkan.”
Kane menambahkan bahwa instruksi dari Tuchel dan staf sebenarnya tetap untuk menambah gol, namun di lapangan para pemain mulai mundur dan membiarkan Argentina menguasai permainan. Ia juga menyoroti kegagalan tim untuk menekan setelah gol semata wayang tersebut.
Optimisme Menatap Euro 2028
Meski pahit, pencapaian Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam delapan tahun terakhir tetap patut diapresiasi. Tuchel menekankan bahwa banyak negara besar yang tersingkir lebih awal. Komitmen Tuchel untuk tetap bersama Inggris hingga Euro 2028 memberikan stabilitas dan kesempatan bagi tim untuk terus berkembang.
“Kami harus menunggu empat tahun untuk Piala Dunia berikutnya. Ini adalah pencapaian, semifinal. Banyak negara besar yang tersingkir lebih awal. Tidak ada yang ingin mendengarnya sekarang, saya juga tidak. Tapi kami menuntut yang terbaik dari diri sendiri,” pungkas Tuchel.
Kesimpulan: Tuchel Jadi Jaminan Masa Depan Inggris
Kekalahan semifinal Piala Dunia memang menjadi momen pahit, namun kepastian bahwa Tuchel tetap memimpin Inggris hingga Euro 2028 menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan proyek jangka panjang. Euro 2028 yang akan digelar di Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia menjadi target realistis untuk meraih gelar perdana sejak 1966. Dengan pengalaman dan determinasi Tuchel, harapan para pendukung belum padam.