Wales vs Norwegia: Bellamy Akui Tekanan Hasil Buruk

Pelatih timnas Wales, Craig Bellamy, menilai wajar jika publik mempertanyakan performa timnya menjelang duel Wales vs Norwegia di Cardiff. Baginya, sorotan tersebut bukan bentuk ketidakadilan, melainkan konsekuensi logis dari rentetan hasil buruk yang tengah dialami skuadnya. Laga penyisihan Grup A4 Nations League itu akan digelar di Cardiff City Stadium pada Kamis, 1 Oktober, pukul 19.45 BST, dan disiarkan langsung oleh sejumlah kanal BBC.

Posisi Wales kini berada di dasar klasemen Grup A4 setelah kalah pada dua pertandingan pembuka, masing-masing dari Portugal dan Denmark. Secara keseluruhan, tim besutan Bellamy sudah menelan tiga kekalahan beruntun dan belum menang dalam enam laga terakhir sejak mengalahkan Makedonia Utara di kualifikasi Piala Dunia November lalu. Rentetan itu membuat pertemuan dengan Norwegia, lalu Denmark pada Minggu, menjadi momen penentu bagi arah tim di jendela internasional kali ini.

Wales vs Norwegia

Wales Terpuruk di Dasar Grup A4

Menghadapi dua lawan berat seperti Portugal dan Denmark, banyak pihak menilai tekanan yang dialami Wales sebenarnya bisa dimaklumi. Namun Bellamy menolak mencari pembenaran semacam itu. Ia justru menegaskan bahwa posisi Wales saat ini memang pantas menuai kritik, apa pun kualitas lawan yang mereka hadapi.

“Tidak, saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang tidak adil. Saya melihatnya sebagai hal yang memang seharusnya terjadi,” ujar Bellamy. “Kalau Anda tidak menang dan kalah dalam beberapa laga beruntun, Anda pantas ditanya. Mungkin ada orang yang memahami situasinya, tetapi saya tidak ingin sekadar dipahami. Kita harus selalu menuntut yang terbaik, dan saya pun tidak berbeda.”

Jadwal Wales di jendela internasional ini memang tidak ringan. Setelah menjamu Norwegia, anak-anak asuh Bellamy harus melakoni laga tandang melawan Denmark pada Minggu. Dua pertandingan itu akan sangat menentukan apakah Wales mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin terbenam di dasar grup.

Perjalanan Bellamy: dari Tak Terkalahkan ke Masa Sulit

Tekanan yang kini dirasakan Bellamy terasa kontras dengan awal masa kepemimpinannya. Ketika pertama kali menangani Wales, ia memulai dengan sembilan laga tanpa kekalahan sekaligus mengantar tim promosi dari Nations League B. Fondasi itu sempat memunculkan harapan besar bahwa Wales sedang menuju era baru.

Wales kemudian mengakhiri kualifikasi Piala Dunia di posisi kedua di belakang Belgia. Sayangnya, langkah mereka terhenti di babak semifinal play-off setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina. Kekalahan itulah yang menjadi titik awal rentetan tanpa kemenangan yang sampai sekarang belum terputus, termasuk saat menghadapi Portugal dan Denmark di Nations League.

Bellamy mengaku sudah mengantisipasi datangnya periode sulit seperti ini. Menurutnya, masa-masa tanpa kemenangan adalah bagian tak terelakkan dari proses membangun tim. Ia bahkan menyebut momen inilah yang akan memperlihatkan sisi dirinya yang sebenarnya kepada publik, karena fokusnya tetap pada perbaikan tim maupun kemampuannya sendiri sebagai pelatih.

Badai Cedera Perparah Situasi Wales

Persoalan Wales tidak hanya soal hasil di lapangan. Gelandang Bournemouth, David Brooks, yang tampil sejak menit awal pada kekalahan 1-0 di Portugal, absen saat timnya tumbang 2-0 di Denmark. Kini Brooks dipastikan kembali melewatkan laga melawan Norwegia karena masih bergelut dengan cedera.

Selain Brooks, Wales sebelumnya sudah kehilangan sejumlah nama penting. Kiper utama Karl Darlow, dua bek tengah Joe Rodon dan Dylan Lawlor, serta penyerang andalan Harry Wilson masuk daftar pemain yang tidak bisa memperkuat tim. Kondisi ini membuat Bellamy harus meramu skuad dengan opsi yang terbatas di tengah kebutuhan mendesak akan kemenangan.

Deretan absen tersebut jelas mempersempit ruang gerak Wales dalam menghadapi Norwegia. Namun Bellamy memilih menyikapinya sebagai bagian dari tantangan yang harus dihadapi, bukan sebagai alasan untuk menurunkan ekspektasi terhadap timnya.

Pelajaran dari Masa di Burnley dan Vincent Kompany

Di tengah situasi yang tidak mudah, Bellamy mengambil pelajaran dari pengalamannya menjadi asisten Vincent Kompany di Burnley. Ia bercerita pernah menjalani satu musim penuh hanya dengan dua kekalahan ketika menjadi pelatih, lalu musim berikutnya justru hanya meraih dua kemenangan. Menurutnya, masa-masa sulit itulah yang membentuk kualitas seorang pelatih.

“Anda tidak pernah benar-benar kalah, dan maaf jika ini terdengar klise, tetapi itulah yang Anda pelajari: bagaimana cara Anda berkembang?” kata Bellamy. Ia menyinggung sosok Kompany, yang kini menangani Bayern Munich, sebagai bukti bahwa pelatih besar justru ditempa pada saat mereka tidak sedang menang.

Dari pengalaman itu, Bellamy menegaskan dirinya akan terus bekerja dan melangkah maju. Ia menilai momen-momen berat seperti sekarang adalah bagian dari perjalanan yang harus dilalui bersama tim, bukan sesuatu yang bisa dilewati begitu saja.

Ancaman Erling Haaland dan Perbandingan dengan Jonah Lomu

Norwegia datang ke Cardiff dengan modal yang tidak bisa dianggap remeh. Mereka kalah 2-1 di kandang dari Portugal pada Minggu, setelah sebelumnya membuka kampanye Nations League dengan kemenangan 3-2 atas Denmark. Laga melawan Portugal itu juga menjadi pertandingan pertama Norwegia sejak Piala Dunia, ketika mereka menyingkirkan Brasil di babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir oleh Inggris di perempat final.

Norwegia masih memiliki kekhawatiran terkait kebugaran kapten Arsenal, Martin Odegaard. Meski demikian, Wales diperkirakan tetap harus berhadapan dengan Erling Haaland, penyerang yang telah mencetak 65 gol dalam 57 penampilan bersama tim nasional.

Bellamy menepis anggapan bahwa Haaland bisa terganggu oleh kabar bahwa klubnya, Manchester City, dinyatakan bersalah melanggar sebagian besar dari 115 aturan finansial yang dituduhkan kepada mereka. “Menurut saya dia tidak akan teralihkan. Pemain itu seperti mesin, sudah lihat rekornya di level internasional? Dia hanya ingin mencetak gol, dan itu tidak akan berhenti. Dia luar biasa,” tuturnya.

Sebagai mantan penyerang, Bellamy lantas membandingkan Haaland dengan legenda rugby Selandia Baru, Jonah Lomu. Ia menilai sangat jarang ada pemain dengan postur seperti Haaland yang tetap memiliki mobilitas tinggi. Wales, katanya, harus mampu beradaptasi untuk meredam ancaman tersebut, dan itu menjadi tantangan tersendiri yang menurutnya justru menarik.

Kesimpulan

Tekanan yang dihadapi Wales jelang laga kontra Norwegia bukan sekadar soal hasil di atas kertas. Ada perpaduan antara rentetan hasil buruk, badai cedera yang menggerus kedalaman skuad, dan lawan berkualitas dengan penyerang sekelas Haaland yang siap menguji pertahanan mereka. Bellamy sendiri memilih menerima sorotan itu sebagai hal yang wajar, bukan sebagai beban yang harus dihindari.

Bagi Wales, pertandingan Kamis nanti menjadi kesempatan untuk mengakhiri enam laga tanpa kemenangan sekaligus membuktikan bahwa proses yang dijalani Bellamy masih berada di jalur yang tepat. Jika gagal lagi, pertanyaan soal performa tim hanya akan bertambah besar, persis seperti yang diakui sang pelatih sejak awal.