Kane: Kemenangan 7-0 Inggris Atas Kroasia Kirim Pesan

Harry Kane menilai kemenangan 7-0 Inggris atas Kroasia sebagai pesan yang menggema ke seluruh Eropa. Sang kapten mencetak dua gol dalam pesta gol di Rijeka, sekaligus menegaskan bahwa The Three Lions kini harus membawa mentalitas yang sama ke turnamen-turnamen besar berikutnya.

Hasil tersebut menjadi kemenangan kedua beruntun Inggris di ajang Nations League, setelah sebelumnya tumbang 2-3 dari Spanyol pada laga pembuka. Bagi tim asuhan Thomas Tuchel, laga melawan Kroasia bukan sekadar tiga poin, melainkan pembuktian bahwa generasi muda mereka siap bersaing di level tertinggi. Kane pun menekankan bahwa timnya tidak boleh menganggap remeh pencapaian sebesar itu.

Kane

Rincian Dominasi: Kemenangan 7-0 Inggris atas Kroasia di Rijeka

Inggris tampil tak terbendung sejak menit awal. Selain dua gol Kane, Bukayo Saka juga menyumbang brace, sementara Anthony Gordon, Jude Bellingham, dan Morgan Rogers melengkapi pesta gol menjadi 7-0. Catatan expected goals (xG) Inggris mencapai 6,43, angka tertinggi yang pernah tercatat dalam laga Nations League di semua level.

Kane menilai bahwa sikap lapar gol inilah yang membedakan penampilan ini dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Menurutnya, tim tidak pernah puas meski sudah unggul, dan itu adalah tanda kedewasaan skuad yang sedang berada dalam performa puncak.

Dari sisi Kroasia, kekalahan 0-7 ini menjadi yang terburuk sepanjang sejarah mereka. Bagi Inggris, hasil tersebut merupakan kemenangan terbesar mereka atas tim yang menduduki 50 besar peringkat FIFA.

Latar Belakang: Mentalitas Tanpa Henti yang Ditanamkan Kane

Kane menuturkan bahwa pendekatan bermain seperti ini tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. “Bahkan ketika kami unggul 1-0, kami tetap mengejar gol kedua, ketiga, keempat, dan itulah yang harus menjadi mentalitas kami,” ujarnya sebagaimana dikutip ESPN. Ia menambahkan bahwa dengan gaya permainan tertentu, sebuah tim tidak bisa memilih kapan ingin tampil luar biasa dan kapan tidak.

Bagi Kane, sikap tanpa kompromi itu bersifat wajib dan non-stop. Ia menekankan bahwa perubahan mentalitas ini terutama dibutuhkan dalam pertandingan besar dan turnamen-turnamen bergengsi. Laga-laga seperti melawan Kroasia, katanya, hanya akan membuat tim semakin matang dan siap menghadapi tekanan yang lebih besar.

Kane juga mengingatkan bahwa Kroasia bukan lawan sembarangan. Ia menyebut hasil ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang otomatis, karena laga tersebut sebenarnya bisa berjalan jauh lebih rumit bagi Inggris.

Analisis Dampak: Pesan bagi Eropa dan Motivasi Skud Muda

Menurut Kane, pertandingan seperti ini selalu soal mengirim pesan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga ke tim-tim lain di Eropa. Ia merasa Inggris telah melakukan hal itu sekali lagi lewat kemenangan telak atas Kroasia. Pernyataan ini menegaskan bahwa The Three Lions ingin memposisikan diri sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan jelang ajang besar berikutnya.

Kane juga menyoroti usia skuad yang masih muda serta performa para pemain yang sedang menanjak. Ia mengaku melihat rekan-rekannya antusias setiap kali menginjak lapangan, dan penampilan seperti ini hanya akan menambah motivasi seluruh tim. Dampaknya bukan hanya soal hasil, tetapi soal kepercayaan diri yang menular ke seluruh kelompok pemain.

Secara lebih luas, kepercayaan diri tersebut penting karena Inggris sedang membangun fondasi menuju turnamen-turnamen besar. Laga-laga Nations League yang berlangsung intens memberi kesempatan bagi para pemain muda untuk mengasah ketangguhan mental mereka sebelum menghadapi tekanan turnamen sesungguhnya.

Rekor dan Apa yang Menanti Selanjutnya

Pencapaian pribadi Kane turut mencuri perhatian. Dengan dua gol ke gawang Kroasia, ia kini mengoleksi 11 gol untuk Inggris pada 2026. Ia menjadi pemain pertama yang pernah menembus dua digit gol dalam tiga tahun kalender berbeda untuk The Three Lions, setelah sebelumnya mencatatkan 12 gol pada 2019 dan 16 gol pada 2021.

Kane dan Gordon sama-sama mencetak gol dalam tiga laga beruntun untuk Inggris, menjadikan keduanya pasangan pertama yang melakukannya sejak Kane dan Marcus Rashford pada 2019. Inggris sendiri terakhir meraih kemenangan tujuh gol saat menghadapi Makedonia Utara pada kualifikasi Euro 2024 tiga tahun lalu.

Inggris akan menutup jeda internasional ini dengan menjamu Ceko di Wembley pada Selasa. Jika Kane tampil dalam laga itu, ia akan menyamai legenda kiper Peter Shilton di puncak daftar penampilan terbanyak sepanjang masa Inggris dengan 125 caps.

Kemenangan 7-0 Inggris atas Kroasia bukan hanya sekadar catatan skor besar, tetapi penanda bahwa tim ini sedang membangun identitas baru. Kane dan rekan-rekannya kini membawa modal kepercayaan diri menuju laga berikutnya, sambil terus menjaga mentalitas tanpa henti yang mereka anggap kunci di turnamen-turnamen besar.