top tech slot

Hasil Liverpool vs Monaco: Debut Iraola Diwarnai Kekalahan

Liverpool harus menelan kekalahan 3-2 dari Monaco pada laga uji coba pramusim di Anfield. Hasil Liverpool vs Monaco ini menjadi catatan kurang menyenangkan bagi Andoni Iraola yang baru pertama kali memimpin tim dari ruang pelatih. Sempat unggul dua gol lebih dulu, The Reds justru kehilangan kendali di babak kedua.

Iraola tidak mencoba menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan. Ia mengaku melihat “banyak hal negatif” dalam permainan timnya, meski babak pertama sempat berjalan manis. Pelatih asal Spanyol itu pun menegaskan bahwa masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum musim resmi dimulai.

Jalannya Laga Liverpool vs Monaco: Keunggulan Dua Gol yang Lenyap

Liverpool membuka laga dengan sangat impresif dan langsung tampil menekan. Alexander Isak serta Florian Wirtz sukses membawa tuan rumah unggul 2-0 di babak pertama. Namun keunggulan tersebut mulai terkikis setelah Virgil van Dijk melakukan pelanggaran ceroboh di area terlarang. Aleksandr Golovin yang maju sebagai eksekutor penalti berhasil memperkecil ketertinggalan Monaco.

Setelah jeda, permainan Monaco berubah drastis menjadi jauh lebih dominan. Mika Biereth menyamakan kedudukan pada menit ke-56, sebelum Paris Brunner melengkapi comeback lewat sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Liverpool. Skor 3-2 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini sekaligus mengulang pola serupa ketika Liverpool kalah 4-2 dari Leeds United pada laga pramusim sebelumnya. Dalam dua laga tersebut, The Reds selalu unggul dua gol lebih dulu tetapi gagal mempertahankan keunggulan. Pola ini tentu menjadi perhatian serius bagi staf pelatih menjelang kompetisi resmi.

Debut Pahit Iraola dan Pekerjaan Rumah yang Menumpuk

Laga melawan Monaco menjadi pertandingan pertama Iraola sebagai manajer Liverpool. Ia menggantikan Arne Slot yang sebelumnya menangani The Reds, dan belum berhasil memetik hasil positif pada laga perdananya. Meski begitu, ia tetap menganalisis laga ini secara jujur dan terbuka.

“Itu sangat mirip dengan laga melawan Leeds,” ujar Iraola kepada LFCTV. “Kami bermain baik di babak pertama, tetapi kami tidak punya banyak hal lain dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti ini. Di babak kedua, mereka jauh lebih baik dan pantas membalikkan keadaan.”

Ia juga menyadari bahwa para pemainnya belum berada dalam kebugaran terbaik. “Masalahnya, saat ini mereka mungkin belum punya energi untuk 90 menit. Mereka mulai kelelahan dan itu butuh waktu,” jelasnya. “Kami butuh lebih banyak latihan, tetapi kami bisa mengambil banyak hal positif sekaligus banyak hal negatif. Jadi, kami punya pekerjaan rumah.”

Kedalaman Skuad dan Isyarat Buruan Baru

Kekalahan dari Monaco juga memperlihatkan minimnya kedalaman skuad Liverpool. Van Dijk dan Cody Gakpo baru kembali merumput untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia, sementara rekrutan anyar Victor Munoz baru diturunkan menjelang menit ke-60. Kondisi ini membuat performa tim belum stabil sepanjang pertandingan.

Iraola pun memberi isyarat bahwa Liverpool masih membutuhkan tambahan pemain sebelum bursa transfer musim panas ditutup. Ia menegaskan tidak memiliki banyak pilihan untuk menerapkan gaya pressing intensitas tinggi yang pernah sukses ia bangun di Bournemouth. Selama tiga tahun di sana, filosofi tersebut terbukti membawa hasil yang impresif.

Tanpa tambahan amunisi, Liverpool akan kesulitan bersaing di level tertinggi musim ini. Apalagi jadwal padat dan kompetisi yang semakin ketat menuntut rotasi pemain yang berkualitas. Karena itu, bursa transfer menjadi momen krusial bagi The Reds.

Catatan Statistik dan Celah di Lini Pertahanan

Secara statistik, Monaco sebenarnya unggul dalam hal kualitas peluang. Liverpool hanya mencatatkan expected goals (xG) sebesar 1,33 dari 15 tembakan, sedangkan Monaco mencatatkan angka 2,20 dari 14 percobaan. Artinya, peluang yang diciptakan tamu jauh lebih berbahaya meskipun jumlah tembakannya lebih sedikit.

Yang lebih memprihatinkan, ketiga gol Monaco lahir dari tiga kesalahan fatal lini belakang Liverpool. Van Dijk menjadi sorotan utama setelah pelanggarannya berbuah penalti untuk gol pertama Monaco. Kegagalan antisipasi dan komunikasi di lini pertahanan jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi Iraola.

Terlepas dari kesalahan itu, Van Dijk menegaskan bahwa ia menikmati masa awal bekerja dengan Iraola. “Saya di sini untuknya, apa pun yang ia butuhkan,” kata bek senior tersebut. Ia juga mengaku siap beradaptasi dengan metode latihan dan staf anyar demi kesuksesan tim musim ini.

Dukungan Pemain untuk Manajer Anyar

Florian Wirtz, yang tampil menonjol dalam laga ini, juga angkat bicara soal Iraola. Ia yakin pelatih asal Spanyol itu akan mampu memberikan pengaruh positif di Anfield. “Tiga tahun terakhir ia habiskan di Bournemouth, kalian bisa melihat apa yang bisa ia lakukan bersama tim,” ujar Wirtz.

“Tentu saja kami menantikan bekerja dengannya. Beberapa minggu pertama ini, yang bisa saya katakan adalah saya menikmatinya,” tambah Wirtz. Sikap positif para pemain ini menjadi modal penting bagi Iraola untuk membangun kembali rasa percaya diri tim menjelang musim baru.

Bursa Transfer dan Langkah Selanjutnya

Di tengah kekalahan ini, Liverpool juga sedang gencar dikaitkan dengan sejumlah nama di bursa transfer. The Reds dilaporkan tertarik pada pemain Paris Saint-Germain, Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye. Selain itu, bek Barcelona Ronald Araujo dikabarkan akan segera menyelesaikan kepindahan pinjaman selama satu musim pada awal pekan depan.

Sejumlah nama disebut-sebut masuk dalam daftar buruan Liverpool. Beberapa di antaranya sudah dikaitkan dengan The Reds sejak beberapa pekan terakhir. Berikut kandidat penguatan yang beredar di bursa transfer:

Kedatangan pemain baru tentu menjadi kebutuhan mendesak bagi Liverpool musim ini. Dengan keterbatasan opsi yang ada, Iraola belum bisa maksimal meracik strategi yang ia inginkan. Para pendukung pun berharap manajemen segera bergerak cepat sebelum jendela transfer ditutup.

Hasil Liverpool vs Monaco yang mengecewakan menjadi alarm awal bagi The Reds di pramusim. Iraola masih membutuhkan waktu untuk meracik tim dan memulihkan kebugaran para pemainnya. Sementara itu, hasil kurang memuaskan dalam dua laga terakhir membuat tekanan semakin besar.

Musim baru akan segera bergulir, dan Liverpool harus segera bangkit dari keterpurukan. Dukungan penuh para pemain kepada Iraola menjadi sinyal positif yang patut dijaga. Kini, semua mata tertuju pada langkah manajemen di bursa transfer untuk memperkuat skuad.

Exit mobile version