Lewis Koumas hampir saja menciptakan kejutan besar bagi Wales di Lisbon. Tembakan jarak dekatnya di menit ke-74 sudah mengarah ke gawang, tetapi bek Manchester City, Ruben Dias, berhasil membloknya tepat di garis gawang. Momen itu menjadi salah satu bukti terbaru bahwa penyerang Liverpool berusia 21 tahun tersebut siap menjadi andalan tim nasional Wales, meski laga akhirnya berakhir dengan kekalahan 1-0 dari Portugal.
Bagi para pendukung Wales yang memadati Stadio Jose Alvalade, aksi Koumas menghadirkan perasaan yang mungkin tidak mereka duga sebelumnya ketika datang ke Lisbon, yaitu harapan yang nyata. Pelatih Wales, Craig Bellamy, memang datang ke laga melawan juara bertahan Nations League itu tanpa sejumlah pemain kunci. Dari situ ia berharap pertandingan berat tersebut bisa membantunya menemukan sosok “Harry Wilson berikutnya”, dan Koumas tampaknya menjawab harapan itu.
Aksi Lewis Koumas dan Peluang yang Digagalkan Ruben Dias
Portugal merupakan lawan yang tidak mudah bagi tim mana pun, terlebih karena status mereka sebagai juara bertahan Nations League. Bermain di kandang sendiri, Portugal mengendalikan jalannya pertandingan dan memaksa Wales bertahan lebih dalam sepanjang laga. Namun, di tengah tekanan tersebut, Wales masih mampu menciptakan momen berbahaya, salah satunya lewat kaki kiri Koumas.
Satu ayunan kaki kiri Koumas nyaris mengubah arah pertandingan. Bola yang dilepaskannya dari jarak dekat sudah melewati kiper, tetapi Ruben Dias bergerak cepat untuk menghalau bola di garis gawang. Andai saja bola itu masuk, Wales bisa saja pulang dengan hasil yang jauh berbeda dari kekalahan tipis 1-0.
Meski gagal mencetak gol, penampilan Koumas tetap menjadi sorotan. Ia tidak hanya berperan dalam momen berbahaya tersebut, tetapi juga menunjukkan kualitas di atas bola yang tampak jauh lebih matang dibandingkan setahun atau dua tahun lalu. Kontribusinya membuat pertandingan di Lisbon terasa lebih dari sekadar kekalahan bagi Wales.
Perjalanan Koumas: dari Masa Pinjaman hingga Bertahan di Anfield
Koumas bukan nama yang muncul tiba-tiba di skuad Wales. Penyerang muda ini sebelumnya menjalani masa pinjaman di beberapa klub, yaitu Stoke City, Birmingham City, dan Hull City. Pengalaman di klub-klub tersebut memberinya menit bermain yang lebih banyak dibandingkan jika ia hanya duduk di bangku cadangan Liverpool.
Musim ini, situasinya berubah. Liverpool memilih untuk mempertahankan Koumas di Anfield, sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa klub Merseyside itu melihat potensi besar dalam dirinya. Hal itu juga yang membuat banyak pihak menilai perkembangannya kini berada di jalur yang tepat.
Bellamy menilai keputusan Liverpool tersebut sebagai sinyal penting bagi karier Koumas. Menurutnya, ketika sebuah klub besar memutuskan untuk menahan seorang pemain muda, itu berarti sang pemain punya nilai yang tidak bisa diabaikan.
“Mereka menahannya di Anfield. Kamu tidak punya pilihan untuk bertahan,” kata Bellamy soal Koumas yang tetap berada di Liverpool. “Jika mereka ingin mempertahankanmu, mereka akan melakukannya. Itu sebuah perbedaan.”
Kepercayaan Craig Bellamy pada Lewis Koumas
Bellamy mengaku sudah mengenal karakter Koumas sejak beberapa waktu lalu. Ia bahkan mengingat pernah memberikan kesempatan kepada sang pemain dalam laga di Turki sekitar dua tahun silam, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pemain muda ke atmosfer pertandingan level senior. Pengalaman semacam itu, menurut Bellamy, penting agar pemain muda tahu seberapa tinggi standar yang harus mereka kejar.
Dari laga melawan Portugal, Bellamy menilai Koumas tampil istimewa. Ia menyebut dirinya sempat berpikir bahwa pemain tersebut memang pantas berada di level ini. Penilaian itu bukan sekadar pujian, melainkan penegasan bahwa Wales kini punya opsi tambahan di lini serang.
“Sisi positifnya adalah kamu memaparkan satu atau dua pemain pada momen seperti ini. Saya ingat melakukannya sekitar dua tahun lalu di Turki bersama Koumas,” ujar Bellamy. “Menurut saya dia luar biasa dan saya berpikir, ‘dia pantas berada di sini’.”
Selain kualitas di atas bola, hal yang paling menonjol dari Koumas adalah etos kerjanya. Ia dinilai sebagai pemain yang tidak pernah berhenti bergerak, sehingga energinya menular kepada rekan-rekan setim. Bagi tim yang sering menghadapi lawan berat, tipe pemain seperti ini menjadi aset penting karena membantu tim bertahan dan menyerang secara bersamaan.
Pujian Neco Williams dan Makna bagi Skuad Wales
Pujian terhadap Koumas tidak hanya datang dari sang pelatih. Bek Nottingham Forest, Neco Williams, yang pernah meninggalkan Liverpool pada 2022 demi mendapatkan menit bermain lebih banyak, memahami betul betapa sulitnya menembus tim utama di Anfield. Karena itu, ia melihat langsung kualitas yang dimiliki juniornya tersebut.
Menurut Williams, kepercayaan diri Koumas terus tumbuh dari pertandingan ke pertandingan. Semakin banyak laga yang ia mainkan, semakin matang pula permainannya, dan itu membuat Wales punya alasan untuk optimistis menyongsong laga-laga berikutnya. Pengalaman bertanding di level internasional dinilai akan mempercepat perkembangannya.
“Kepercayaan dirinya tumbuh di setiap pertandingan,” kata Williams. “Semakin banyak pertandingan yang ia mainkan, semakin ia bertambah usia dan pengalaman, ia akan menjadi semakin baik.”
Williams juga menyoroti karakter kerja keras Koumas yang membuatnya dihormati di ruang ganti. “Yang saya lihat dari dia adalah ia terus berkembang. Dia pekerja keras, tidak pernah berhenti bekerja, dan pemain seperti itulah yang kamu inginkan ada di timmu,” ujarnya. Bagi skuad Wales, kehadiran pemain muda seperti Koumas memberi kedalaman sekaligus memberi tekanan positif bagi pemain lain untuk tampil lebih baik.
Ujian Berikutnya: Laga Kontra Denmark dan Norwegia
Setelah laga di Lisbon, Wales masih memiliki dua pertandingan penting di Grup A4 Nations League pada jendela internasional pertama musim ini. Wales akan menghadapi Denmark pada Minggu, 27 September, pukul 17.00 BST di Stadion Parken, Kopenhagen. Laga tersebut bisa disaksikan melalui BBC iPlayer, BBC One Wales, BBC Sounds, BBC Radio Wales, Radio Cymru, dan 5 Live, serta situs dan aplikasi BBC Sport, lengkap dengan komentar teks langsung.
Setelah Denmark, Wales juga dijadwalkan bertemu Norwegia. Dua laga tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Koumas untuk membuktikan bahwa penampilan apiknya di Portugal bukan sekadar kebetulan. Dengan menit bermain yang kemungkinan besar tetap terbuka, ia berpeluang memperkuat posisinya di skuad Wales.
Bagi Bellamy, rangkaian laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi skuad yang tengah bertransisi. Ia butuh pemain yang mampu tampil konsisten di level tinggi, terutama ketika pemain-pemain utama belum bisa diturunkan. Jika Koumas mampu menjaga performanya, ia bisa menjadi solusi jangka panjang yang selama ini dicari tim nasional Wales.
Kesimpulan
Penampilan Lewis Koumas melawan Portugal memperlihatkan bahwa ia punya kualitas dan mental untuk bersaing di level internasional. Meski peluangnya diblok Ruben Dias dan Wales kalah 1-0, kehadirannya memberikan harapan baru bagi para pendukung, terutama di tengah absennya sejumlah pemain kunci.
Dengan status sebagai pemain yang dipertahankan Liverpool musim ini, ditambah pujian dari Bellamy dan Neco Williams, Koumas berada di posisi yang menguntungkan untuk terus berkembang. Laga melawan Denmark dan Norwegia akan menjadi ujian berikutnya untuk membuktikan bahwa ia memang layak menjadi salah satu tumpuan Wales di masa depan.
