Novak Djokovic Tegaskan Keinginan untuk Kembali ke Wimbledon
Novak Djokovic menyatakan keinginannya untuk kembali berlaga di Wimbledon setidaknya satu kali lagi setelah ia tersingkir di babak semifinal turnamen tenis paling bergengsi itu pada Jumat (10/7/2026). Petenis asal Serbia yang kini berusia 39 tahun itu membahas masa depannya di tengah spekulasi mengenai kapan ia akan gantung raket.
Djokovic kalah straight set dari Jannik Sinner di semifinal Wimbledon 2026. Ini merupakan kegagalan terbaru Djokovic dalam usahanya merebut gelar Grand Slam ke-25 yang akan memecahkan rekor sepanjang masa, baik di sektor putra maupun putri.
Usia dan Tekanan Menjadi Sorotan
Pada saat Wimbledon tahun depan bergulir, Djokovic sudah genap berusia 40 tahun. Meski begitu, ia menegaskan tidak merasa tertekan untuk terus bermain. “Saya ingin [kembali ke Wimbledon], setidaknya satu kali lagi. Kita lihat saja nanti,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Djokovic mengakui bahwa hasil-hasil Grand Slam-nya dalam dua tahun terakhir mungkin dianggap sangat baik oleh sebagian besar pemain lain. Namun, standar yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri jauh lebih tinggi. “Saya diberkati sekaligus terkutuk karena terbiasa dengan hasil dan pencapaian tertinggi,” kata juara 24 Grand Slam itu.

Pencapaian Grand Slam 2025-2026
Pada musim 2025, Djokovic mencapai semifinal di seluruh empat Grand Slam. Memasuki 2026, ia sudah mengoleksi satu final (Australia Terbuka) dan satu semifinal (Wimbledon) menjelang AS Terbuka bulan depan. Namun, banyak pihak menilai Wimbledon 2026 sebagai peluang emas terakhirnya untuk menambah trofi Grand Slam sebelum pensiun.
Pertarungan Internal: Antara Ambisi dan Realitas
Djokovic mengakui ada “pertarungan internal” antara ambisi tinggi dan kenyataan bahwa kompetisi semakin ketat. “Saya tetap bisa bermain di level tertinggi, saya sudah membuktikannya. Felix [Auger-Aliassime] adalah pemain nomor tiga dunia. Saya kalah straight set dari pemain terbaik dunia, dan itu kenyataan yang harus diterima,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa semangat juang dan dedikasinya masih menyala. “Saya masih menikmati sensasi kompetisi. Mungkin saya tidak menikmati semua pekan berat yang harus dijalani menjelang turnamen besar, terutama rasa sakit secara fisik. Tapi secara fisik, di Wimbledon ini tubuh saya cukup baik, berbeda dengan turnamen-turnamen sebelumnya yang selalu ada masalah.”
Kesehatan Jadi Kunci Masa Depan
Djokovic menekankan bahwa faktor terbesar yang memengaruhi keputusannya adalah kondisi fisik. “Saya merasa ketika sehat, saya masih bisa bermain sebagai pemain top 5, masih bisa bersaing di level tertinggi. Saya suka kehidupan ini. Tenis telah memberi saya segalanya,” ungkapnya.
Ia menjalani undian yang berat di Wimbledon tahun ini, harus melewati Stefanos Tsitsipas, Arthur Rinderknech, Roman Safiullin, dan kemenangan lima set melawan Felix Auger-Aliassime hanya untuk mencapai semifinal. “Saya membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya masih bisa bermain di level tertinggi,” kata Djokovic menutup pernyataannya.
Apa Kata Penggemar dan Analis?
Banyak pengamat tenis menilai Novak Djokovic Wimbledon 2026 sebagai salah satu penampilan terakhirnya di Centre Court. Meski kalah, semangat dan kemampuannya melawan pemain yang lebih muda masih mengesankan. Sky Sports melaporkan bahwa Djokovic belum memberikan kepastian kapan akan pensiun, dan ia memilih untuk menjalani hari demi hari.
Daftar Turnamen Besar Djokovic yang Tersisa
- AS Terbuka 2026 (Agustus–September)
- Kemungkinan Australia Terbuka 2027
- Wimbledon 2027 – jika benar-benar kembali “setidaknya satu kali lagi”
Kesimpulan: Masa Depan Djokovic di Tangan Sendiri
Novak Djokovic masih memiliki hasrat dan kemampuan untuk bersaing di level atas. Keputusan untuk bermain di Wimbledon 2026 atau turnamen berikutnya sepenuhnya bergantung pada kondisi fisik dan mentalnya. “Saya tidak punya tekanan, tidak ada yang memaksa saya bermain. Saya melakukannya karena saya benar-benar ingin dan karena saya masih bisa,” tutup legenda tenis asal Serbia itu. Dengan pernyataan ini, para penggemar tenis masih bisa berharap melihat aksi Djokovic di Wimbledon setidaknya satu musim lagi.