Ryan Fox Juara The Open: Pebelot Selandia Baru dengan Darah Olahraga dan Sahabat Shane Warne

Pendahuluan: Momen Bersejarah Ryan Fox di The Open

Ryan Fox, pegolf asal Selandia Baru, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga setelah memenangkan The Open di Royal Birkdale. Dengan pukulan birdie spektakuler dari jarak 11 kaki di hole ke-18, Fox mengamankan gelar major pertamanya dengan keunggulan satu pukulan. Kemenangan ini bukan hanya soal prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Selandia Baru dan warisan olahraga keluarganya yang luar biasa.

Ryan Fox

Di balik kesuksesannya, Fox memiliki cerita menarik: ayahnya adalah legenda rugby All Blacks, kakeknya mantan kapten kriket Selandia Baru, dan ia juga dikenal sebagai sahabat dekat legenda kriket Australia, Shane Warne. Artikel ini akan mengupas tuntas perjalanan Ryan Fox juara The Open, latar belakang keluarganya, serta bagaimana ia berhasil mengukir namanya di panggung golf dunia.

Latar Belakang Keluarga: Olahraga Mengalir dalam Darah

Ryan Fox lahir di Tokoroa, Waikato, Pulau Utara Selandia Baru. Sejak kecil, ia dikelilingi oleh atmosfer olahraga berkat kakek dan ayahnya. Kakeknya, Merv Wallace, adalah salah satu batsman terbaik Selandia Baru pada zamannya. Ia bermain dalam 13 pertandingan Test untuk Selandia Baru, menjadi kapten tim sebanyak dua kali, dan mencetak total 439 run dalam karier Test-nya.

Ayah Fox, Grant Fox, adalah legenda rugby yang masuk dalam World Rugby Hall of Fame pada 2014. Sebagai fly-half, Grant memenangkan Piala Dunia Rugby pertama pada 1987 bersama All Blacks dan mencatatkan 645 poin dalam 46 caps internasional. Ia juga menjadi andalan saat Selandia Baru mengalahkan British and Irish Lions pada 1993. Warisan olahraga ini tentu memengaruhi perjalanan Ryan Fox juara The Open.

Tidak Ada Tekanan untuk Mengikuti Jejak Keluarga

Meskipun tumbuh di keluarga atlet, Fox tidak merasa tertekan untuk mengikuti jejak ayah atau kakeknya. Dalam wawancara setelah kemenangannya, ia mengaku beruntung mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua dan kakeknya untuk menekuni karier golf. “Kami punya sejarah keluarga yang hebat. Hal terbaik adalah tidak ada tekanan bagi saya untuk mengikuti jejak mereka. Saya bisa membuat jalan sendiri,” ujarnya.

Perjalanan Karier Golf Ryan Fox

Sejak remaja, Fox sudah menunjukkan bakat golf dengan handicap dua pada usia 16 tahun. Meskipun orang tuanya menyarankan untuk melanjutkan pendidikan, Fox tetap setia pada golf. Ia sempat mengambil jurusan hukum dan psikologi di Universitas Auckland, tetapi akhirnya meninggalkan bangku kuliah untuk menjadi pegolf profesional pada 2012 di usia 25 tahun.

Karier profesionalnya dimulai dengan tiga kemenangan di PGA Tour of Australasia. Ia kemudian bermain di Hotel Planner Tour sebelum mendapatkan kartu DP World Tour pada 2016. Kemenangan pertamanya di DP World Tour diraih di ISPS Handa World Super 6 Perth pada 2019. Ia juga sempat menjadi anggota sementara PGA Tour pada 2023 setelah serangkaian hasil impresif.

Termasuk kemenangan di The Open, Fox kini mengoleksi lima gelar DP World Tour, di antaranya BMW PGA Championship (2023) dan Alfred Dunhill Links Championship (2022). Di PGA Tour, ia memenangkan ONEflight Myrtle Beach Classic dan RBC Canadian Open. Namun, ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa memenangkan major. “Jika Anda memberi saya karier hingga kemarin saat saya mulai jadi pro, saya akan langsung menerimanya. Saya tidak tahu harus berkata apa sekarang. Anda hanya bisa bermimpi menjadi juara major,” katanya.

Kemenangan Bersejarah di The Open: Puncak Perjuangan

Kemenangan Ryan Fox juara The Open terjadi dengan cara yang dramatis. Setelah bermain imbang sepanjang putaran akhir, ia berhasil melakukan birdie di hole ke-18 yang terkenal sulit. Pukulan putt sejauh 11 kaki itu hanya membutuhkan waktu 22 detik—mencerminkan gaya permainannya yang tenang dan efisien. Saat bola masuk, tubuhnya gemetar, tetapi ia berhasil menyembunyikan tekanan di depan publik.

Setelah kemenangan, Fox langsung melakukan panggilan video kepada istrinya Anneke, kedua putrinya Isobel dan Margot, serta ayahnya Grant. Air matanya tak tertahan saat merayakan pencapaian luar biasa ini. “Saya berbicara dengan anak-anak saya tadi malam, mereka bilang bawakan trofi. Saya pikir ini trofi yang cukup keren untuk mereka,” ujarnya tersenyum.

Persahabatan dengan Shane Warne: Dedikasi untuk Sahabat

Salah satu sisi paling mengharukan dari perjalanan Ryan Fox juara The Open adalah dedikasinya kepada mendiang Shane Warne, legenda kriket Australia yang juga merupakan pegolf amatir berbakat. Fox dan Warne sering bermain bersama dalam elemen tim di ajang Alfred Dunhill Links Championship. Mereka terakhir tampil bersama pada 2021.

Pada 2022, setelah memenangkan Alfred Dunhill Links Championship, Fox mendedikasikan kemenangannya untuk Warne yang meninggal pada Maret tahun itu. “Satu-satunya orang yang terlintas di pikiranku saat ini adalah Warney. Rasanya dia bersama saya sepanjang lapangan. Kami adalah sahabat baik, dan sangat disayangkan dia tidak ada di sini. Saya benar-benar ingin melakukan sesuatu yang istimewa untuknya, dan saya bangga bisa mewujudkannya,” kata Fox saat itu.

Warisan Olahraga Selandia Baru: Pegolf Keempat yang Juara Major

Dengan kemenangan ini, Ryan Fox menjadi pegolf keempat asal Selandia Baru yang memenangkan turnamen major. Sir Bob Charles menjadi pionir dengan kemenangan di The Open 1963. Michael Campbell menyusul dengan US Open 2005, dan Lydia Ko mengoleksi tiga gelar major wanita, terakhir di Women’s Open 2024. “Bergabung dengan mereka sungguh luar biasa. Memiliki sedikit sejarah untuk diri sendiri. Saya tidak tahu apakah itu mungkin, tapi sekarang saya di sini,” kata Fox.

Sikap Rendah Hati: Sosok yang Tak Pernah Berubah

Selain prestasinya, Fox juga dikenal karena sikap rendah hati dan kesederhanaannya. Nick Dastey, manajer umum PGA Tour of Australasia, memuji Fox karena terus berkontribusi pada golf Australia dan Selandia Baru. “Hal terbesar yang bisa saya katakan tentang Ryan adalah dia tidak berubah sejak pertama kali menjadi profesional hingga sekarang, dan kemenangan ini juga tidak akan mengubahnya. Dia adalah manusia luar biasa. Jika kita bisa menjadikannya model pegolf profesional, dialah orangnya,” ujar Dastey.

Kesimpulan: Legenda Baru di Dunia Golf

Kisah Ryan Fox juara The Open bukan hanya tentang pukulan brilian di lapangan, tetapi juga tentang warisan keluarga, persahabatan, dan sikap rendah hati. Dari darah olahraga yang mengalir deras di keluarganya hingga dedikasinya untuk Shane Warne, Fox berhasil menorehkan namanya di jajaran elite golf dunia. Dengan karier yang masih panjang, banyak yang menantikan langkah selanjutnya dari pegolf berusia 39 tahun ini. Apakah ia akan menambah koleksi gelar major? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal pasti: Ryan Fox telah menjadi inspirasi bagi generasi baru pegolf Selandia Baru dan dunia.