Manchester City resmi mencapai kesepakatan untuk mendatangkan kiper timnas Argentina, Geronimo Rulli, dari Marseille dengan nilai transfer sekitar £1,7 juta. Kiper berusia 34 tahun itu kembali ke Etihad Stadium setelah sebelumnya pernah menjadi bagian dari skuad The Citizens pada musim 2016-2017 tanpa pernah tampil di laga resmi tim utama. Rulli dikabarkan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama klub asuhan Enzo Maresca tersebut.

Langkah ini diambil Man City untuk menambal posisi kiper yang ditinggalkan James Trafford, yang bergabung dengan Leeds United lebih awal pekan ini. Kepergian Trafford dengan nilai transfer hingga £45 juta membuat klub membutuhkan pelapis baru di bawah mistar gawang. Dengan pengalaman panjangnya di sepak bola Eropa, Rulli diharapkan mampu memberi kedalaman skuad sekaligus menjadi mentor bagi kiper muda di ruang ganti.
Kesepakatan Transfer Geronimo Rulli ke Manchester City
Man City dan Marseille akhirnya mencapai kata sepakat dengan nilai transfer £1,7 juta untuk membawa Rulli kembali ke Inggris. Ini menjadi reuni yang cukup unik karena Rulli sebelumnya sudah pernah bergabung dengan Man City pada musim 2016-2017, tetapi tidak pernah mendapat kesempatan tampil di tim utama. Kepulangan kali ini terasa seperti kesempatan kedua baginya untuk membuktikan kualitas di kompetisi terbaik Inggris.
Kontrak dua tahun yang ditandatangani Rulli menunjukkan bahwa Man City melihatnya sebagai investasi jangka pendek yang solid untuk posisi kiper pelapis. Dengan usia yang sudah memasuki kepala tiga, pengalaman Rulli di berbagai kompetisi Eropa menjadi nilai jual utama yang tidak dimiliki kiper muda pada umumnya. Ia pun diharapkan bisa langsung beradaptasi dengan skema permainan yang diinginkan pelatih tanpa perlu waktu beradaptasi yang lama.
Rekam Jejak Karier Rulli di Eropa dan Timnas Argentina
Nama Geronimo Rulli mungkin sudah tidak asing bagi penggemar sepak bola Eropa, terutama setelah aksinya bersama Villarreal di final Liga Europa 2021. Saat itu, Rulli menjadi pahlawan dengan mencetak gol dalam adu penalti yang dramatis melawan Manchester United, sekaligus menggagalkan tendangan David de Gea untuk memastikan kemenangan Villarreal. Momen tersebut menjadi salah satu sorotan terbesar dalam perjalanan kariernya di level klub.
Selain itu, Rulli juga tercatat sebagai bagian dari skuad Argentina yang sukses menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024. Meski lebih sering berperan sebagai pemain pelapis, delapan caps yang ia kumpulkan bersama La Albiceleste menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan pelatih kepadanya di pentas internasional. Sebelum bergabung dengan Marseille, Rulli pernah membela sejumlah klub Eropa lainnya seperti Real Sociedad, Montpellier, dan Ajax.
Peran Rulli sebagai Pelapis Donnarumma di Etihad
Kehadiran Rulli di Manchester City bukanlah tanpa alasan yang jelas. Klub membutuhkan kiper kedua yang andal setelah James Trafford dilepas ke Leeds United dalam kesepakatan yang nilainya bisa mencapai £45 juta. Trafford sendiri merupakan kiper asal Inggris yang sebelumnya berstatus pelapis di skuad The Citizens.
Dengan datangnya Rulli, posisi kiper utama tetap aman di tangan Gianluigi Donnarumma. Rulli diproyeksikan menjadi understudy yang siap tampil ketika Donnarumma absen karena cedera atau rotasi. Pengalaman Rulli menghadapi tekanan di laga besar, seperti final Liga Europa melawan Manchester United, menjadi modal berharga untuk menjalani peran tersebut di musim-musim mendatang.
Maresca Ambil Alih Keputusan Kapten Manchester City
Selain kabar transfer Rulli, ada perkembangan menarik lain dari sisi kepemimpinan tim. Pelatih Enzo Maresca dikabarkan akan menentukan sendiri siapa kapten baru Manchester City, dan ia juga menginginkan adanya pemain Inggris di dalam grup kepemimpinan tim. Keputusan ini diambil setelah Bernardo Silva hengkang secara gratis ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini.
Saat ini, grup kepemimpinan Man City diisi oleh Ruben Dias, Erling Haaland, dan Rodri, yang belakangan menjadi subjek tawaran dari Barcelona. Beberapa pemain Inggris yang berpeluang masuk ke dalam komite kepemimpinan tersebut antara lain Phil Foden, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly. Langkah Maresca ini berbeda dengan kebijakan musim lalu ketika Guardiola langsung menunjuk Silva sebagai kapten.
Sebelumnya, pemilihan kapten Man City sempat dilakukan melalui voting para pemain, tetapi Guardiola mengaku tidak menyukai cara tersebut. Hal ini terungkap setelah Kyle Walker meminta hengkang dan bergabung dengan AC Milan pada Januari 2025. Kini, Maresca mengambil kendali penuh atas keputusan ini demi menjaga stabilitas ruang ganti dan memastikan pemimpin tim yang dipilih benar-benar sesuai dengan visinya.
Dampak Transfer Rulli dan Pergantian Kapten bagi Man City
Kombinasi kedatangan Rulli dan pergantian kapten menunjukkan bahwa Manchester City sedang berada dalam fase transisi setelah beberapa pemain senior pergi. Manajemen klub tampaknya ingin membangun kembali fondasi tim dengan menambah pemain berpengalaman sekaligus memperbarui struktur kepemimpinan di dalam skuad. Rulli diharapkan membawa ketenangan dan profesionalisme di lini belakang, terutama ketika diminta tampil menggantikan Donnarumma.
Bagi Rulli sendiri, kesempatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa ia masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Di usianya yang tidak muda lagi, pengalaman menjadi modal utama untuk menjalani peran sebagai kiper pelapis yang siap tampil kapan pun dibutuhkan. Sementara itu, keputusan Maresca terkait kapten baru akan menjadi sorotan menarik untuk disimak di sisa musim ini.
Transfer Geronimo Rulli ke Manchester City menjadi langkah cerdas klub untuk memperkuat kedalaman skuad di posisi kiper dengan risiko yang terbilang kecil. Nilai transfer yang relatif murah dan durasi kontrak dua tahun membuat kesepakatan ini menguntungkan kedua belah pihak. Pengalaman Rulli di pentas Eropa dan timnas Argentina menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi kiper pelapis lain di Premier League.
Di sisi lain, keputusan Enzo Maresca untuk menentukan kapten baru secara langsung menunjukkan ambisinya dalam membangun tim sesuai visinya sendiri. Kombinasi pemain senior berpengalaman dan pemain muda Inggris diharapkan mampu membawa Manchester City kembali bersaing di papan atas musim ini. Kini tinggal menunggu siapa yang akan dipercaya memakai ban kapten serta bagaimana Rulli menjalani babak baru kariernya di Manchester.