Rangers Menang 4-0 atas St Johnstone, Striker Kembali Tajam

Rangers menang 4-0 atas St Johnstone dalam lanjutan Scottish Premiership, sebuah hasil yang menjadi jawaban tegas atas permintaan manajer Derek McInnes agar timnya bereaksi setelah kehilangan dua poin di Dundee pada akhir pekan sebelumnya. Kemenangan tersebut tidak hanya soal angka, tetapi juga soal cara Rangers mendominasi pertandingan hampir sepanjang 90 menit. Dua penyerang yang diturunkan sejak awal, Kevin Kelsy dan Ryan Naderi, menjadi tokoh utama di balik pesta gol itu.

Rangers Menang 4-0 atas St Johnstone, Striker Kembali Tajam

Bagi McInnes, laga ini punya arti penting karena menjadi momen untuk membuktikan bahwa skuadnya mampu merespons tekanan setelah hasil kurang memuaskan sebelumnya. Hasil imbang di Dundee sempat memunculkan pertanyaan soal konsistensi lini serang Rangers, terlebih dengan absennya sejumlah nama di posisi depan. Kemenangan besar ini sekaligus memberi modal kepercayaan diri menjelang jadwal padat, termasuk lawatan ke markas Hearts pada Rabu malam nanti.

Jawaban Telak atas Kekecewaan di Dundee

McInnes menuntut respons dari para pemainnya setelah dua poin terbuang di Dundee, dan tuntutan itu dibayar dengan cara yang paling meyakinkan. Rangers menguasai jalannya pertandingan dan skor 4-0 tidak berlebihan untuk menggambarkan selisih kualitas kedua tim. Satu-satunya fase yang sedikit mengganggu adalah awal babak kedua, ketika St Johnstone sempat memberi ancaman untuk kembali masuk ke pertandingan.

Mantan gelandang Rangers, Andy Halliday, menilai penampilan itu sebagai salah satu performa paling utuh yang bisa diharapkan dari sebuah tim. Menurutnya, Rangers menciptakan peluang dalam jumlah melimpah dan seharusnya sudah unggul empat gol hanya dari babak pertama saja. Ia juga menyoroti bahwa hasil positif ini semakin lengkap karena tidak ada pemain yang mengalami cedera sekaligus para penyerang kembali mencetak gol.

Pernyataan Halliday itu menggambarkan dua hal yang paling dirindukan McInnes belakangan ini: efisiensi di depan gawang dan kondisi skuad yang tetap utuh. Ketika lini serang kembali produktif tanpa harus kehilangan pemain karena cedera, tekanan yang sempat menumpuk setelah laga di Dundee mereda dengan sendirinya. Kemenangan ini pun terasa seperti penegasan bahwa arah permainan tim sudah kembali ke jalur yang diinginkan sang manajer.

Duet Kelsy dan Naderi Memberi Bukti Baru

Keputusan McInnes menurunkan dua striker sekaligus terbukti tepat dalam pertandingan ini. Kelsy dan Naderi tampil sebagai tandem di lini depan, sementara Djeidi Gassama harus rela duduk di bangku cadangan sebagai konsekuensi perubahan skema tersebut. Keduanya saling melengkapi pada gol pembuka Rangers, sebuah kerja sama yang menunjukkan bahwa pola dua penyerang bisa menjadi opsi jangka panjang.

Kelsy keluar dari laga itu dengan dua gol, sementara Naderi menyumbang satu gol dan satu assist. Kontribusi itu menjadi bukti tambahan bahwa duet tersebut mampu memikul tanggung jawab mencetak gol selama Lawrence Shankland dan Youssef Chermiti masih belum tersedia. Dalam situasi skuad yang tidak lengkap, munculnya solusi baru di lini depan jelas merupakan keuntungan besar bagi Rangers.

Mantan penyerang Rangers, Peter Lovenkrands, menyebut gol dan assist punya pengaruh besar terhadap cara seorang striker memainkan pertandingan secara keseluruhan. Ketika angka itu hadir, penyerang menjadi lebih berani melepas tembakan dan lebih yakin dalam menyentuh bola. Ia menilai performa seperti ini akan sangat membantu kepercayaan diri Kelsy ke depan, karena kepercayaan diri seorang penyerang biasanya tumbuh seiring bertambahnya gol.

Dominasi Angka yang Tidak Terbantahkan

Statistik pertandingan menegaskan seberapa besar kendali Rangers atas jalannya laga. Expected goals atau xG mereka mencapai 4,57, sementara St Johnstone hanya 0,58, sebuah jarak yang sangat lebar untuk ukuran satu pertandingan liga. Rangers melepaskan 21 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang, dan menciptakan delapan peluang besar berbanding dua milik lawan.

Dominasi itu juga terlihat dari jumlah sepak pojok. Rangers memaksa 13 corner sepanjang pertandingan, dan salah satunya berbuah gol ketika Kelsy memanfaatkan flick-on dari Emmanuel Fernandez untuk menuntaskan gol keduanya. Menariknya, itu menjadi gol pertama Rangers dari situasi sepak pojok sepanjang musim ini. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ancaman dari bola mati mulai kembali muncul setelah sempat menghilang.

Bagi McInnes, angka-angka ini penting karena menunjukkan bahwa persoalan Rangers bukan pada kemampuan menciptakan peluang, melainkan pada ketajaman penyelesaian. Ketika 21 tembakan dan delapan peluang besar bisa dikonversi menjadi empat gol, persoalan yang tadinya terasa mengganggu perlahan menemukan jawabannya. Konsistensi di area ini akan sangat menentukan langkah tim pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Set-piece: Senjata yang Belum Sepenuhnya Tajam

Meski mencetak gol dari corner, Rangers masih menyisakan pekerjaan rumah besar dalam hal eksekusi bola mati. Halliday mencatat bahwa 13 corner baru berbuah gol pada percobaan ke-11, sebuah indikasi bahwa kualitas pengiriman bola belum berada di level yang diharapkan. Ia mengingatkan bahwa bola mati merupakan salah satu kekuatan utama Rangers pada musim lalu, dan standar tersebut kini menurun.

Menurut Halliday, penyebabnya bukan soal sosok di kotak penalti lawan. Rangers memiliki pemain bertubuh tinggi seperti Naderi, Kelsy, dan Fernandez yang seharusnya menjadi target berbahaya di udara. Persoalannya lebih pada pengiriman bola, terutama karena banyak corner dan tendangan bebas lebar musim ini tidak lagi dieksekusi oleh James Tavernier, sehingga kualitas umpan dinilai jauh menurun.

Kritik itu bukan tanpa dasar, karena ancaman dari bola mati adalah salah satu pembeda antara tim yang sekadar mendominasi dan tim yang benar-benar mematikan. Ketika sebuah tim bisa mencetak gol dari skema terbuka maupun dari set-piece, lawan kehilangan cara untuk bertahan dengan nyaman. Karena itu, mengembalikan ketajaman bola mati akan menjadi kunci bila Rangers ingin mempertahankan laju kemenangan.

Ujian Berat Menanti di Tynecastle

McInnes menilai penampilan melawan St Johnstone sebagai performa terbaik timnya dalam beberapa waktu terakhir, dan itu menjadi bekal yang tepat sebelum menghadapi Hearts. Laga pada Rabu malam nanti punya muatan emosional tersendiri karena menjadi kunjungan pertama McInnes ke Tynecastle sejak ia meninggalkan Gorgie untuk pindah ke Govan pada musim panas. Ia mengaku punya kenangan indah di sana dan menyadari betul betapa sulitnya pertandingan bagi tim tamu.

Meski demikian, pelatih berusia itu menegaskan bahwa timnya datang dengan modal kepercayaan diri yang cukup. Ia mengingatkan bahwa Hearts tidak terkalahkan sepanjang musim lalu di kandang dan punya rekor kandang yang kuat, sehingga Rangers perlu tampil di level tinggi untuk membawa pulang hasil. Di sisi lain, ia menilai timnya sedang dalam performa bagus dan terus mengumpulkan kemenangan secara bertahap.

Menurut McInnes, tidak ada hal buruk dari kebiasaan para penyerang mencetak gol, karena itu membuat tim berangkat ke laga mana pun dengan keyakinan bisa meraih hasil. Ia memperkirakan pertandingan nanti akan berlangsung sulit, tetapi ia juga ingin memastikan malam itu sama sulitnya bagi Hearts. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan Rangers tidak berubah: menghormati lawan tanpa kehilangan ambisi untuk menang.

Kesimpulan

Kemenangan 4-0 atas St Johnstone memberi Rangers lebih dari sekadar tiga poin. Kembalinya ketajaman Kelsy dan Naderi membuktikan bahwa skema dua striker bisa menjadi solusi saat Shankland dan Chermiti belum tersedia, sementara dominasi statistik menunjukkan bahwa mesin serangan tim bekerja dengan baik. Catatan yang masih harus diperbaiki adalah kualitas eksekusi bola mati, yang menurut Halliday belum kembali ke standar musim lalu.

Dengan modal performa seperti ini, laga melawan Hearts di Tynecastle akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Rangers dan McInnes. Jika ketajaman lini depan bisa dipertahankan dan ancaman dari set-piece kembali tajam, peluang membawa pulang hasil dari salah satu markas tersulit di liga akan terbuka lebar.