Skuat Skotlandia Panggil Kerr dan Thomas ke Play-off

Tim nasional putri Skotlandia kembali memasukkan Sam Kerr dan Martha Thomas ke dalam skuat Skotlandia untuk play-off putaran pertama Piala Dunia Wanita melawan Republik Ceko. Nama Kerr muncul kembali setelah hampir setahun absen dari daftar pemain, sementara Thomas baru lagi dipanggil sejak Oktober tahun lalu. Pelatih kepala Melissa Andreatta mengumumkan daftar tersebut sebagai persiapan menjelang pertandingan dua leg yang akan menentukan langkah Skotlandia ke putaran berikutnya.

Pemanggilan ini penting karena Skotlandia sedang mengejar tiket ke turnamen besar pertama mereka sejak Piala Dunia 2019. Andreatta menilai komposisi pemain yang lebih dalam akan sangat menentukan pada laga-laga kualifikasi bertensi tinggi seperti play-off. Karena itu, ia tak hanya mengembalikan sejumlah nama berpengalaman, tetapi juga mempertahankan pemain muda yang dianggap siap tampil di level internasional.

Kerr dan Thomas

Siapa Saja yang Masuk Skuat Skotlandia?

Kerr, yang sehari-hari berposisi sebagai gelandang, terakhir memperkuat Skotlandia pada Februari 2025 saat masuk dari bangku cadangan menghadapi Belanda. Laga itu menjadi penampilan ke-34 sekaligus cap terakhirnya sebelum akhirnya kembali dipanggil. Musim ini ia bermain sebagai bek kanan pada tiga pertandingan pembuka bersama Liverpool, dan fleksibilitas posisi itulah yang disebut Andreatta sebagai kekuatan besar seorang pemain.

Martha Thomas, striker Newcastle United, kembali ke dalam skuat untuk pertama kalinya sejak Oktober. Pada pemanggilan terakhirnya itu, ia mencatatkan penampilan ke-50 bersama tim nasional Skotlandia. Pemanggilan kembali Thomas memberi Andreatta opsi tambahan di lini depan, terutama untuk menghadapi pertandingan tandang dan kandang yang hanya berjarak empat hari.

Sejumlah nama lain juga kembali memperkuat skuat. Freya Gregory, rekan setim Thomas di Newcastle, serta bek Como, Sophie Howard, masuk lagi setelah sebelumnya harus mundur dari kamp terakhir untuk dua laga kualifikasi melawan Israel. Gelandang Celtic, Maria McAneny, juga dipanggil kembali; terakhir kali ia tampil ketika mencetak gol dalam kemenangan tujuh gol atas Luksemburg pada Maret. Sementara itu, Mia McAulay, pemain muda Aston Villa yang masuk sebagai tambahan terlambat pada dua laga Juni, tetap mempertahankan tempatnya.

Di sisi lain, beberapa pemain harus keluar dari daftar. Bek Leah Eddie dan Kenzie Weir tidak lagi masuk, begitu pula para penyerang Eilidh Adams dan Laura Berry. Pergantian ini menunjukkan bahwa Andreatta ingin menyeimbangkan pengalaman dan kebugaran pemain menjelang laga-laga penentu.

Alasan Andreatta Panggil Kerr dan Thomas

Andreatta mengungkapkan bahwa Kerr sebenarnya sudah nyaris dipanggil sebelum musim lalu berakhir, tetapi situasinya belum tepat karena persiapan tim sedang berada di tahap tertentu. Menurutnya, waktu pemanggilan kali ini jauh lebih sesuai dengan kebutuhan Skotlandia. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemain serba bisa seperti Kerr memberi nilai tambah bagi susunan tim.

“Saya menyukai pemain yang serba bisa,” kata Andreatta. Ia menjelaskan bahwa keseimbangan dalam skuat sangat penting, tetapi memiliki pemain dengan posisi utama sekaligus kemampuan bermain di posisi lain adalah sebuah kekuatan yang luar biasa. Fleksibilitas itu membuatnya lebih leluasa menyusun strategi, termasuk ketika harus mengubah formasi di tengah pertandingan.

Meski begitu, Andreatta belum mau membuka siapa yang akan ia pilih untuk mengisi posisi tertentu. Ia menyatakan akan “menyimpan kartunya rapat-rapat” terkait posisi favorit Kerr ketika Skotlandia bertandang ke Pardubice. Kerahasiaan ini wajar dalam sepak bola kompetitif, karena lawan tentu berusaha membaca kekuatan dan kelemahan susunan pemain sebelum pertandingan dimulai.

Jadwal Play-off dan Jalan Menuju Brasil

Skotlandia akan lebih dulu bertandang ke Pardubice, sebuah kota di sebelah timur Praha, pada Jumat 9 Oktober. Empat hari kemudian, mereka menjamu Republik Ceko di St Mirren Park. Dua pertandingan ini merupakan play-off putaran pertama yang dimainkan dengan format dua leg, sehingga hasil agregat akan menentukan siapa yang melaju.

Jika berhasil melewati Republik Ceko, Skotlandia masih harus menghadapi satu play-off dua leg lagi melawan salah satu dari Swedia atau Lituania. Tiket ke turnamen musim panas mendatang di Brasil menjadi hadiah yang menanti di ujung perjalanan tersebut. Artinya, Skotlandia setidaknya harus melalui empat pertandingan tambahan sebelum bisa memastikan tempat di putaran final.

Kedalaman Skuat dan Rekam Jejak Skotlandia

Tim asuhan Andreatta belum terkalahkan dan menutup fase kualifikasi di puncak grup dengan selisih gol yang hanya unggul satu dari Belgia di posisi kedua. Meski berada di jalur yang positif, Skotlandia belum pernah tampil di turnamen besar sejak Piala Dunia 2019. Mereka juga melewatkan dua edisi Kejuaraan Eropa terakhir serta Piala Dunia 2023, sehingga peluang kali ini terasa sangat berharga.

Pengalaman Andreatta bisa menjadi modal penting. Ketika Skotlandia gagal lolos ke turnamen di Australia tiga tahun lalu, ia justru hadir di sana dalam perannya sebagai asisten pelatih tim Matildas. Dari pengalaman itu, ia menekankan pentingnya kedalaman skuat dan menjadikannya alasan utama di balik pemanggilan sejumlah pemain yang kembali.

“Dalam pertandingan apa pun atau sepak bola turnamen, kami membutuhkan kedalaman skuat,” jelasnya. Ia menyebut bahwa untuk melangkah jauh di sebuah turnamen, tim memerlukan lebih dari sekadar 12 atau 13 pemain inti. Karena itu, ia mengaku akan bersikap optimistis dan terus menyiapkan skuat yang berada dalam performa terbaik, mampu bermain di beberapa posisi, serta memiliki mental menyerang.

Daftar Lengkap Skuat Skotlandia

Berikut susunan pemain yang dipanggil Andreatta untuk play-off melawan Republik Ceko:

  • Kiper: Eartha Cumings (Manchester City), Lee Gibson (Glasgow City), Sandy MacIver (Washington Spirit).
  • Bek: Georgia Brown (Jacksonville), Jenna Clark (Liverpool), Nicola Docherty (Rangers), Sophie Howard (Como), Emma Lawton (Ipswich Town), Rachel McLauchlan (Newcastle United), Amy Muir (Glasgow City).
  • Gelandang: Chelsea Cornet (Birmingham City), Erin Cuthbert (Chelsea), Christy Grimshaw (AC Milan), Sam Kerr (Liverpool), Kirsty Maclean (Liverpool), Maria McAneny (Celtic), Miri Taylor (Aston Villa), Caroline Weir (Lyon).
  • Penyerang: Lauren Davidson (Brann), Claire Emslie (Angel City), Freya Gregory (Newcastle United), Kirsty Hanson (Tottenham Hotspur), Kirsty Howat (Crystal Palace), Mia McAulay (Aston Villa), Kathleen McGovern (Newcastle United), Martha Thomas (Newcastle United).

Komposisi ini memperlihatkan bahwa Andreatta mencoba menggabungkan pemain berpengalaman dengan mereka yang sedang menanjak. Kehadiran sejumlah pemain yang mampu beroperasi di lebih dari satu posisi juga memberi ruang manuver lebih besar bila pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.

Pada akhirnya, pemanggilan kembali Kerr dan Thomas menjadi sinyal jelas bahwa skuat Skotlandia ingin tampil maksimal di play-off. Dua leg melawan Republik Ceko akan menjadi ujian pertama, dan jika lancar, Swedia atau Lituania sudah menanti. Bagi Skotlandia, perjalanan ini bukan sekadar soal empat pertandingan, melainkan upaya mengakhiri penantian panjang kembali ke panggung turnamen besar.