Ulasan EFL: West Ham Mulai Menakutkan di Championship

West Ham United kini menjadi momok di EFL Championship setelah meraih empat kemenangan beruntun, termasuk pesta gol 6-0 atas Wrexham pada Jumat lalu. Tambahan enam gol itu membuat mereka mengemas 20 gol hanya dalam tujuh pertandingan dan naik ke puncak klasemen. Bagi pengamat Final Score sekaligus mantan penyerang Swindon Town, Luton Town, dan Northampton Town, Sam Parkin, ketajaman lini depan West Ham sudah cukup untuk membuat tim-tim lain di kompetisi ini waspada.

West Ham

Ulasan tersebut disampaikan Parkin setelah lima pekan kompetisi EFL bergulir, mencakup Championship, League One, dan League Two. Dalam pemaparannya kepada David Anderson dari BBC Sport England, ia menyoroti sejumlah hal: kebangkitan West Ham, start impresif Swansea City di bawah Vitor Matos, kemenangan penting Leicester City, serta performa Barnet dan Walsall di kasta keempat. Dari situ terlihat gambaran awal soal tim mana yang layak diperhitungkan dan siapa yang masih harus berjuang mencari bentuk permainan terbaiknya musim ini.

West Ham Tampil Menakutkan di EFL Championship

Menurut Parkin, salah satu kunci kebangkitan West Ham adalah produktivitas lini serang mereka. Ia mencatat bahwa 20 gol dalam tujuh laga menunjukkan para pemain depan tim itu mulai tampil pada level terbaiknya. Pada fase awal musim, kata dia, West Ham sempat punya sejumlah masalah di lini belakang, tetapi ketajaman pemain depan menutupi kekurangan tersebut sampai batas tertentu.

Puncaknya terjadi pada Jumat malam ketika semua elemen permainan bertemu dalam satu pertandingan. Parkin menyebut kemenangan atas Wrexham sebagai momen ketika serangan dan pertahanan West Ham akhirnya berjalan seiring. Jarrod Bowen bahkan menyatakan setelah laga bahwa penutupan jendela transfer menjadi hal penting, karena dengan begitu skuad sudah pasti dan tidak ada lagi ketidakpastian soal siapa yang akan bertahan.

Parkin menilai komposisi pemain depan West Ham saat ini memang luar biasa untuk ukuran Championship. Ia menyebut nama Manor Solomon, Jarrod Bowen, Valentin Castellanos, dan Joel Piroe sebagai kombinasi yang bisa menimbulkan kekacauan bagi pertahanan lawan. Menurutnya, kombinasi itulah yang menjadi bahan bakar penampilan pada Jumat malam.

Meski menilai Wrexham tampil buruk, Parkin mengingatkan agar publik tidak terlalu terbawa oleh buruknya performa lawan. Ia menekankan bahwa West Ham memiliki kekayaan pemain yang luar biasa, sehingga performa semacam itu lebih tepat dibaca sebagai cerminan kekuatan mereka sendiri. Dengan jumlah gol sebanyak itu dalam empat laga terakhir, ia menilai situasi sudah mulai terasa menakutkan bagi penghuni Championship lainnya.

Swansea City Incar Tempat di Play-off

Swansea City asuhan Vitor Matos masih menempel ketat West Ham di peringkat kedua dengan selisih gol yang sama. Kemenangan 3-1 atas Burnley pada Sabtu menjadi kemenangan keempat mereka musim ini. Parkin menilai start tersebut luar biasa, terutama karena kedua penyerang tengah mereka sama-sama mencetak gol dalam laga itu, yakni Zan Vipotnik dan Adam Idah.

Kedalaman skuad menjadi salah satu hal yang disorot Parkin. Ia menyebut Swansea melakukan sejumlah rekrutan menarik dari liga yang berbeda-beda, sebuah pola yang menurutnya memang sudah lama menjadi ciri khas klub tersebut. Salah satu nama yang ia bahas di Final Score adalah bek tengah Stephen Welsh, pembelian menarik dari Celtic yang langsung nyaman bermain di tim barunya.

Menariknya, Parkin menilai kekuatan utama Swansea justru ada di lini pertahanan, sesuatu yang mungkin tidak selalu identik dengan klub itu. Empat clean sheet yang sudah mereka catatkan musim ini dinilainya sebagai bukti bahwa keseimbangan antara bertahan dan menyerang telah ditemukan. Karena itu, ia meyakini Swansea punya peluang bersaing memperebutkan tempat di delapan besar, terutama dengan adanya perluasan format play-off, meski ia masih ragu soal kans promosi otomatis.

Kemenangan di Stockport Harus Jadi Titik Balik Leicester City

Leicester City dan manajernya, Russell Martin, akhirnya mendapatkan kemenangan yang sangat dibutuhkan di markas Stockport County pada Sabtu. Hasil itu datang setelah keterpurukan berupa kekalahan 4-0 di kandang dari Oxford pada pekan sebelumnya, yang menurut Parkin menjadi titik terendah bagi para pendukung.

Parkin menggambarkan laga di Stockport sebagai pertandingan yang sangat sulit mengingat situasi yang sedang dialami Leicester. Baginya, kemenangan adalah hal yang paling penting, terlepas dari bagaimana cara tim itu meraihnya. Ia juga menyadari akan ada pihak yang mencari cela, misalnya dengan menyoroti tiga gol yang kebobolan, tetapi ia mengingatkan bahwa Stockport sudah lama berada di sekitar papan atas kompetisi tersebut.

Yang membuat Leicester tampil berbeda, menurut Parkin, adalah kehadiran sejumlah pemain berpengalaman. Emil Riis menjadi pembeda lewat dua golnya dan punya pengalaman panjang di Championship. John Lundstram, pencetak gol lainnya, juga tidak kalah berpengalaman, begitu pula Liam Cullen yang melengkapi daftar pencetak gol dan pernah menjadi pemain kepercayaan Martin saat masih di Swansea.

Ketiga nama itu dinilai sebagai sosok yang akan sangat dibutuhkan karena para pemain muda Leicester kini dilempar ke situasi yang benar-benar sulit. Parkin berharap laga di Stockport bisa menjadi batu loncatan, sebab semua itu tidak akan berarti apa-apa jika Leicester kembali kehilangan poin di pertandingan berikutnya dan kembali ke titik awal.

Barnet Bidik Play-off League Two di Bawah Dean Brennan

Barnet yang diasuh Dean Brennan kini memimpin League Two setelah mengalahkan Accrington Stanley, dan mereka belum terkalahkan dalam enam pertandingan liga pertama. Bulan ini, Brennan genap lima tahun menangani klub tersebut, dan menurut Parkin pencapaian itu diraih dengan jalan yang tidak mudah.

Sebelum meniti karier di EFL, Brennan pernah menangani di level non-liga, jauh di bawah National League. Di sana ia membangun tim yang menghibur, dan gaya permainan itu terus ia bawa ketika menangani Barnet. Salah satu buktinya, Barnet kembali mencetak dua gol saat bertandang ke Accrington.

Parkin secara khusus menyoroti penampilan Charlie Lakin, yang ia sebut sebagai salah satu temuan menarik karena sudah mencetak lima gol dari lini tengah. Menurut Parkin, Lakin sama sekali bukan pemain produktif saat masih memperkuat Walsall, sehingga perkembangan ini menjadi kejutan tersendiri.

Tim asuhan Brennan, kata Parkin, selalu enak ditonton dan menghibur. Di League Two, keseimbangan antara meraih poin di laga tandang dan tampil agresif di kandang menjadi kunci, dan ia menilai Brennan sudah menemukan titik itu. Karena itu, ia cukup percaya diri Barnet bisa mengulang penutupan musim yang kuat seperti sebelumnya dan kali ini benar-benar masuk ke zona play-off.

Walsall Ubah Gaya Bermain demi Promosi

Walsall berharap bisa mewujudkan promosi dari League Two setelah dua musim sebelumnya berakhir dengan kekecewaan. Sejauh ini mereka belum terkalahkan di bawah asuhan Lee Grant, dan Parkin menilai Walsall sebagai contoh menarik dari tim yang sedang mengubah gaya bermainnya.

Pada dua paruh awal musim sebelumnya, Walsall meraih kesuksesan bersama Mat Sadler. Meski memiliki cara bermain yang mapan dan mendatangkan hasil, mereka tidak mampu mempertahankan konsistensi hingga benar-benar melewati garis finis. Kini, para pendukung Walsall disuguhi gaya permainan yang berbeda, dan pada Sabtu mereka mencatatkan penguasaan bola 70 persen saat menghadapi Rochdale.

Dari sisi pertahanan, Walsall terlihat sangat solid. Mereka sudah mengemas empat clean sheet dari enam laga liga, hanya kebobolan empat kali, dan berbagi status sebagai pertahanan terbaik di League Two. Kendati demikian, Parkin mencatat bahwa Walsall masih memiliki kemampuan menyerang yang mengesankan, terbukti dari 24 tembakan yang mereka lepaskan ke gawang Rochdale meski gagal mencetak gol, dengan kiper lawan harus melakukan enam penyelamatan.

Pada masa lalu, Walsall memang dikenal memiliki penyerang berkualitas seperti Freddie Draper dan Nathan Lowe. Berbekal start yang baik dan pertahanan yang rapat, Parkin yakin para pendukung kini punya alasan untuk berharap timnya bisa melangkah lebih jauh dan meraih promosi musim ini.

Dampak bagi Peta Persaingan EFL Musim Ini

Dari rangkuman Parkin, terlihat pola yang cukup jelas: tim-tim yang mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan sedang panen hasil. West Ham dan Swansea sama-sama menempel di puncak klasemen Championship, dengan selisih gol sebagai pembeda, dan keduanya punya catatan pertahanan yang menonjol di samping produktivitas gol.

Bagi tim-tim lain, dominasi West Ham menjadi tantangan tersendiri. Ketika satu klub memiliki opsi pemain depan sekaliber Solomon, Bowen, Castellanos, dan Piroe dalam satu skuad, selisih kualitas antar tim berpotensi melebar lebih cepat. Hal ini memaksa pesaing untuk mencari cara lain, misalnya membangun kedalaman skuad dari liga-liga berbeda seperti yang dilakukan Swansea, atau mengubah pendekatan taktik seperti yang tengah dijalani Walsall.

Sementara itu, situasi Leicester City menunjukkan bahwa kualitas individu pemain berpengalaman masih menjadi faktor penentu di kompetisi ini. Kombinasi pemain muda dan veteran yang tepat bisa menjadi penyelamat di tengah tekanan, dan itu yang tampak bekerja pada laga di Stockport.

Tren yang Terlihat dari Lima Pekan Pertama

Sejumlah tren menarik muncul dari pemetaan Parkin. Perluasan format play-off, misalnya, membuka peluang lebih besar bagi tim seperti Swansea untuk memperjuangkan tempat di delapan besar, sesuatu yang menurut Parkin merupakan target yang realistis.

Pola lain yang menonjol adalah keberanian klub mendatangkan pemain dari berbagai liga yang berbeda. Swansea kembali menjalankan strategi itu, dan pembelian seperti Stephen Welsh dari Celtic menjadi bukti bahwa pendekatan tersebut bisa langsung memberi dampak.

Di tingkat bawah, transformasi gaya bermain menjadi kata kunci. Walsall meninggalkan cara main yang sebelumnya mapan, sementara Barnet mempertahankan pendekatan menyerang yang menghibur. Keduanya berada di jalur berbeda, tetapi sama-sama menempatkan keseimbangan antara hasil tandang dan agresivitas kandang sebagai prioritas.

Yang jelas, lima pekan pertama belum cukup untuk menyimpulkan akhir musim. Namun, indikasi awal sudah terbaca: tim yang mampu menyatukan lini serang dan pertahanan, serta punya kedalaman skuad yang memadai, akan jauh lebih siap menghadapi ketatnya persaingan EFL.

Kesimpulan

Ulasan Sam Parkin meninggalkan beberapa catatan penting. West Ham mulai tampil menakutkan di Championship berkat ketajaman lini depan yang luar biasa, sementara Swansea menjaga asa promosi lewat keseimbangan bertahan dan menyerang. Leicester City mendapat penyelamat berupa kemenangan di Stockport, dan dua tim League Two, Barnet serta Walsall, menunjukkan pendekatan masing-masing dalam mengejar target musim ini.

Semuanya masih berjalan lima pekan, jadi cerita sesungguhnya belum selesai ditulis. Namun, dari penilaian Parkin, sudah terlihat siapa saja yang layak diwaspadai dan siapa yang harus segera memperbaiki diri agar tidak tertinggal lebih jauh.